Sabtu, 27 April 2013

Oprek Pengapian, Bisa Pilih Yang Orisinal(CDI shogun kebo, dan pio, serta koil 5bp scorpio).




Pengapian yang sering dipakai di balap, terutama CDI, bukan jadi favorit awak komunitas. Bikers lebih memilih part pengapian yang berasal dari bawaan pabrik alias komponen ori kuda besi yang lain. Pengalaman dirasakan beberapa awak komunitas setelah menggunakan CDI aftermarket.

“CDI untuk balap terasa pengaruhnya, tapi cuma bagus pas jarak pendek aja. Kalau sudah jarak jauh, apinya seperti putus-putus. Sepertinya CDI yang aftermarket enggak tahan dengan goncangan terus menerus pas turing jarak jauh.Beda banget dengan CDI kanibal dari merek lain, tapi yang genuine,” kata Rudi Jerong yang dikenal spesialis Honda Tiger tune up untuk kawasan Karawang, Jawa Barat.

Karena itulah, Rudi lebih memilih CDI dari Suzuki Shogun di bawah tahun 2000. Shogun tahun segitu dikenal dengan nama Shogun Kebo (Kerbau, red). Disebut kebo karena Shogun yang diproduksi sebelum tahun 2000 tampak depannya seperti kerbau.

“Rpm bisa lebih tinggi dibanding yang CDI Tiger. Terus, apinya stabil dibanding CDI balap yang aftermarket,” kata Rudi.

CDI Shogun kebo berlabel Sindingen. Ingat juga brother CDI ini juga bukan cuma diincar sobat-sobat komunitas Tiger. Tapi, kawan-kawan pengguna Suzuki Satria FU150 pun mengincarnya.

Harga CDI Shogun kebo antara Rp 250 ribu-Rp 300 ribu. Akan lebih mahal sekarang ini karena barangnya yang terhitung langka. Kalau pun dapat, asalnya dari copotan alias barang second.

Pengguna Yamaha Scorpio agak berbeda. Mereka lebih mencari komponen pengapian dari generasi sebelumnya. Misalnya, CDI Pio, julukan Scorpio, yang diproduksi tahun 2001-2004 dianggap bisa bikin rpm lebih tinggi. Harganya lebih dari Rp 400 ribu.

“Bisa sampai red line. Berbeda dengan CDI setelah 2004. Lebih dari 9.000 rpm mesin sudah ketahan,” kata Iwan Nurohman yang bermarkas di kawasan Jl. KS. Tubun, Jakarta Barat.


Scorpio-Z yang dibikin 2005 dibilang Iwan ada komponen pengapian yang diincar. Koilnya banyak dicari karena dianggap menghasilkan api busi yang lebih besar.

Kode koil Scorpio-Z produksi 2005 5BP, sedangkan koil 2001-2004 dan 2006 sampai sekarang berkode 4US. 

Ragam Komponen Suzuki Smash Std Yang Bisa Dipakai Balap



Piston untuk menaikkan kompresi. Setang seher buat naik stroke kelas standaran

Suzuki Smash 110 dianggap motor yang kurang laku. Tapi, komponen atau part standarnya banyak dipakai untuk keperluan balap. Bukan hanya dipakai bengkel jalanan, mekanik balap nasional pun sudah banyak yang mencaploknya. 

Apa saja komponen yang dianggap setara racing itu? Yuk dibahas. 

Seher Lebih Jenong
Piston atau seher Suzuki Smash standarnya punya diameter 53,5 mm. Ukuran ini sama dengan diameter seher Suzuki Shogun 110, Shogun 125, Spin 125, Skywave dan Skydrive.

Namun seher Smash memiliki perbedaan. Yaitu kepala seher lebih jenong. “Sehingga bisa meningkatkan rasio kompresi jika dipasang di bebek atau matic Suzuki lainnya,” jelas Feriandi, mantan mekanik bengkel resmi Kymco yang kini buka bengkel khusus matic itu.

Enaknya tidak perlu mengubah apapun. “Bahkan ring seher bisa menggunakan motor Suzuki yang mau ganti seher Smash,” jelas Fery yang kerap menggunakan piston Smash untuk bore up juga.

Seher Smash juga bisa dipakai di Yamaha Mio bore up. Namun lubang pen di seher Smash harus dibesarkan. Sebanya lubang pen piston Smash hanya 14 mm. Sementara punya Mio 15 mm. Bisa dikerjakan oleh tukang bubut.

Pakai seher Smash adalah cara hemat untuk bore up Mio. Karena masih bisa menggunakan boring standar. Juga untuk Mio yang mau turun di kelas MP7 atau matic standar tune up 130 cc MotoPrix. Kalau menggunakan seher standar Smash, volumenya jadi 130,09 cc.

Per Klep
Sebelum per Jepang diluncurkan Akutagawa San lewat AHRS, pegas katup Smash paling populer. Karena ukurannya pendek namun bisa dipakai untuk kem lift tinggi. Lebih enak lagi tidak mudah putus karena orisininal Suzuki. 

Kalau mau lebih keras bisa dipadukan dengan per klep kecilnya. Dipasang di dalam per klep Smash yang besar itu. Atau bisa aplikasi per klep kecil milik Honda Grand yang dipotong. Atau per kecil Honda Sonic. 

Sekarang walau per klep Jepang sudah populer, masih banyak yang memanfaatkan per Smash. Karena harganya murah meriah dan gampang dijumpai di toko onderdil motor biasa.

Kini per klep Smash banyak dipakai mekanik balap liar. Atau mekanik pinggir jalan yang memikirkan dana tidak boleh membengkak. 
           Per klep Smash, Bisa lift tinggi(kiri).                 Per kopling, diameter terluar lebih besar, bikin cengkraman lebih keras dan kuat(kanan).

Per Kopling
Sekarang per kopling banyak bermunculan versi racing. Bahkan ada pula rumah kopling 6 pegas yang katanya tekanannya lebih merata. Dipasang di Honda Blade atau Yamaha Jupiter.

Namun tidak membuat per kopling Smash surut dari peredaran balap nasional. Beberapa tim masih percaya per kopling Smash lebih mantap.

Seperti yang dilakukan Mletis, mekanik Yamaha Tri Jaya Yamalube. “Per Smash masih asli karena komponen OEM. Dipastikan lebih kuat dan tahan lama,” jelas Mletis yang punya nama lengkap Haris Sakti itu. 

Selain Mletis, yang menggunakan per kopling Smash yaitu Ucup dari Joko Racing Team, Bangka. Katanya diameter per terluar 18,5 mm. Bandingkan dengan per Jupiter yang hanya 15 mm. Sehingga per Smash lebih kuat dan keras. 

Setang Seher
Setang seher Suzuki Smash lebih pendek. Banyak dimanfaatkan untuk motor-motor balap liar. Bisa untuk menaikkan stroke atau langkah seher, tapi tidak menggunakan paking blok silinder yang tebal.

Banyak dipakai di kelas standaran matic. Terutama yang menggunakan Suzuki Spin atau Skydrive. Ukuran lubang big end sama. Otomatis bisa dipakai di kruk as matic Suzuki. 

Menggunakan setang seher Smash, bisa mencuri stroke sampai 10 mm. Misalnya standarnya Spin 55,2 mm. Bisa naik jadi 65,2 mm. Cukup menggunakan pen stroke 5 mm buatan Kawahara atau CLD. Tapi, pen stroke yang dipakai juga masih kepunyaan Smash.

Dibarengi dengan penggunaan seher CBR 150R oversize 200 berukuran 65,5 mm yang punya lubang pen seher 15 mm. Untuk itu, lubang pen seher di setang piston Smash harus dibesarkan.

Kopling Honda Karisma di Honda Blade, Lebih Bertenaga!


Bukan cuma pakai per diafragma, kampas cuman 3 lembar(kiri). Rumah kopling Karisma dongkrak tenaga Blade (Kanan).
Di arena balap, performa Honda Blade bukan cuma andalkan ubahan mesin yang hingga kini masih fokus di seputar komponen kepala silinder. Namun peranti pemindah daya juga harus jadi bahan pertimbangan, mengingat keduanya sama-sama saling bertalian.

Coba bayangkan jika tenaga yang dihasilkan sudah besar. Tapi tidak maksimal tersalur ke roda belakang gara-gara komponen di kopling kurang kuat. Alhasil, banyak tenaga terbuang percuma jika Blade masih andalkan kopling standar yang masih pakai model diafragma.

Tomy Huang mekanik tim Federal Oil KYT Indoparts Powered By BRT, membuat terobosan di kopling Blade. Dia menggunakan rumah kopling motor satu pabrikan yaitu Honda Karisma sebagai pengganti bawaan standar clutch outer comp alias rumah kopling Blade tadi. 

Untuk kebutuhan balap, Tomy yang mempercayakan Blade balapnya dibesut Rey Ratukore, mengganti mekanisme kopling Blade yang asalnya pegas diagframa jadi per spiral. Meksipun cara ini sudah banyak dilakukan mekanik balap yang menggunakan Honda.

“Yang masih tetap punya Blade cuma gigi primer-skundernya. Sementara rumah kampas dan pelat berikut tutupnya memang sudah diganti pakai punya Karisma,” cerita Tomy yang buka praktik di Bintang Racing Team Jl. Mayor Oking, No. 102, Cibinong, Bogor.

Adapun perbedaan paling mencolok antara kopling Karisma dibanding Blade asli, selain jumlah kampas yang 5 buah (lebih 2 dari Blade) juga ada pada pegas atau pernya yang sudah  bukan lagi model diafragma. Belum lagi kalau lihat secara detail, kaki pegas yang berjumlah 6, sehingga memiliki daya cengkram lebih bagus. Minim selip.

Memasang rumah kopling Karisma untuk Blade, menurut pembuat CDI BRT  itu lagi, tidak perlua ada ubahan alias tinggal pasang. Itu dikarenakan diameter lubang tengah rumah kopling Karisma masih sama dengan as girboks Blade.

Hanya saja yang mesti atau wajib dilakukan adalah menggabungkan kembali lepasan rumah kopling Karisma dengan gir sekunder Blade yang lebih dulu dipisahkan dengan rumah kopling aslinya.

Custom bak mesin buat dudukan stut kopling
“Caranya bisa dinulai dengan melepas dahulu paku keling penghubung kedua komponen ini sebelum disubtitusi. Untuk menggabungkannya sama saja, yaitu tetap menggunakan karet damper asli Karisma agar posisi pemasangannya tetap baik,” wantinya.

Setelah keduanya bergabung, 5 pelat dan kampas kopling yang sudah tersusun siap dimasukkan ke rumah kopling Karisma. Prosesnya juga tetap sama.

Proses berikutnya adalah merombak bak kopling otomatis jadi manual. Caranya bisa dengan mengganti kopling sentrifugal pakai balancer khusus. Begitu juga dengan bak mesin yang harus dicustom sebagai tempat dudukan as pengungkit kampas di rumah kopling Karisma.

Sumber: www.motor.otomotifnet.com

Tabel Substitusi Spuyer "Main Jet" Keihin, Dynojet, dan Mikuni

Untuk mensubstitusi main jet keihin dengan mikuni atau sebaliknya, perlu kalian ketahui tiap nomor berbeda tiap mereknya.


Daftar ukuran klep motor Standar

Dimensi Klep Sonic

Panjang               : 74mm
Diameter as         : 5mm
Diameter klep in  : 28mm
Diameter klep ex : 24mm

Dimenssi Klep Smash 

Panjang               : 67mm
Diameter as         : 5mm
Diameter klep in  : 25mm
Diameter klep ex : 22mm

Dimensi Klep Shogun 125/Spin125

Panjang               : 72mm
Diameter as         : 5mm
Diameter klep in  : 25mm
Diameter klep ex : 22mm

Kaze VR 125 

Panjang               : ------
Diameter as         : 4,5mm
Diameter klep in  : 21mm 
Diameter klep ex : 24mm

CBR 150 

Panjang               :------ 
Diameter as         : 3,5mm
Diameter klep in  : 24mm
Diameter klep ex : 21mm

 Mio

Panjang               : -----
Diameter as         : 5mm
Diameter klep in  : 21mm
Diameter klep ex : 19mm

Grand/supra/legenda 

Panjang               :------ 
Diameter as         : 5mm
Diameter klep in  : 21mm
Diameter klep ex : 19mm

Beat/vario 

Panjang               : -----
Diameter as         : 5mm
Diameter klep in  : 25,5mm
Diameter klep ex : 21mm

 Blade

Panjang               : -----
Diameter as         : 5mm
Diameter klep in  : 25,5mm
Diameter klep ex : 21mm

 Legenda 

Panjang               : -----
Diameter as         : 5mm
Diameter klep in  : 23mm
Diameter klep ex : 20mm

 Bajaj pulsar 180 cc

Panjang               : ----- 
Diameter as         : 4,5mm
Diameter klep in  : 30mm
Diameter klep ex : 26mm

 Bajaj pulsar 220 cc

Panjang               : -----
Diameter as         : 4,5mm
Diameter klep in  : 31mm
Diameter klep ex : 26mm


 Tiger

Panjang               : -----
Diameter as         : 5,5mm
Diameter klep in  : 31,5mm
Diameter klep ex : 27mm

 MX/Vixion

Panjang               : -----
Diameter as         : 4,5mm
Diameter klep in  : 19mm
Diameter klep ex : 17mm

 New megapro  

Panjang               : -----
Diameter as         : 5mm
Diameter klep in  : 30mm
Diameter klep ex : 26mm


 Satria Fu 150 


Panjang               : -----
Diameter as         : 4,5mm
Diameter klep in  : 22mm
Diameter klep ex : 19mm

Thunder 125 

Panjang               : -----
Diameter as         : 5mm
Diameter klep in  : 25,5mm
Diameter klep ex : 23mm

Supra X 125 

Panjang               : -----
Diameter as         : 5mm
Diameter klep in  : 24mm
Diameter klep ex : 21mm


Sumber: http://infobalapliarjakarta.blogspot.com/2012/07/ukuran-kleep-motor-standar.html#ixzz2RfXZoUEB

Upgrade Honda Blade/Absolute Revo 110, Hanya Dengan Rp 800 Ribu

Tangerang - Bikin performa tunggangan tambah mak nyuss, banyak cara yang bisa ditempuh. Namun dengan budget terbatas dan hasil tetap optimal, bukanlah hal mudah. Tapi bukan berarti hal ini enggak bisa dikerjakan. Semua ada solusinya Bro! 


Sebut saja Triono, pembesut Honda Absolute Revo lansiran 2009. Lantaran performa tunggangannya dirasa kurang mumpuni saat menerabas kemacetan, serta larinya kurang ngacir saat melewati trek lurus sepanjang perjalanannya pergi pulang (PP) Cimone–Ciledug, Tangerang (sekitar 20 km), pegawai swasta ini order dongkrak performa tunggangannya di Ultraspeed Racing (UR). 

“Intinya dibikin tambah ganas dan beringas, sehingga PP rumah ke tempat kerja lebih cepet. Tapi enggak harus merusak peranti orisinalnya. Namun dengan dana yang terbatas, yakni Rp 800 ribu,” pinta Triono. 

Tahu kemauan pelanggan, Muh. Supriyadi, kepala mekanik UR yang bermarkas di Jl. H. Mencong No.42 Ciledug, Tangerang, langsung menggarapnya. “Untuk hal ini, saya sudah punya ramuan pas serta bisa tambah power 1,5–2 dk. Pengerjaannya cukup sehari, dengan biaya total Rp 765 ribu,” tawar pria akrab disapa Choky ini. 



Noken as Kawahara, bikin buka tutup klep lebih cepat (kiri). Pilot jet ukuran 38, agar suplai bensin lebih optimal (kanan)
Penasaran apa saja yang dilakukan Choky? Lebih detailnya, yuk kita sambangi UR. “Tidak ada yang istimewa kok, cuma ganti paking blok lebih tipis dan pasang beberapa part racing seperti; noken as aftermarket, knalpot model freeflow, koil racing dan penggantian pilot jet lebih besar,” beber Choky. 

Langkah awal, untuk ngejar kompresi di ruang bakar makin padat, Choky melepas paking blok orisinalnya yang kemudian diganti paking blok bikinannya sendiri (custom) lebih tipis. “Tebal paking orisinal 0,4 mm, gantinya 0,2 mm,” ujarnya. 

Lalu agar tenaga tunggangan bertambah, aplikasi knalpot freeflow SKR seharga Rp 150 ribu. “Ditambah pemasangan noken as berlabel Kawahara yang biasa dijajakan Rp 300 ribu. Buka tutup klep lebih cepat, sehingga suplai BBM ke ruang bakar tambah optimal,” imbuh mekanik pengalaman lebih dari 5 tahun ini. 

Lalu buat dongkrak pengapian, Choky aplikasi koil Protec seharga Rp 180 ribu. “Nah biar suplai bensin dari karburator ke ruang bakar tambah banyak, menyesuaikan ubahan, saya aplikasi pilot jet ukuran 38, standarnya 35,” yakin pria ramah ini. 


Knalpot freeflow SKR. Meski suara berisik, tapi dipercaya mampu dongkrak tenaga (kiri). Koil Protec, bantu dongkrak pengapian (kanan)
Nah setelah tunggangan digarap selama kurang lebih sehari serta dilakukan penyesuaian dan setting ulang karburator, tunggangan dites pakai mesin dynamometer DYNOmite milik UR. 

Sebelum di-upgrade, kondisi masih standar, diperoleh power puncak 7,49 dk/8.309 rpm dan torsinya 8,14 Nm/5.769 rpm. Setelah di-upgrade tercatat power maksimalnya 10,38 dk/8,854 rpm dan torsi 8,75 Nm/8.162 rpm. Ini menunjukkan ada kenaikan power sebesar 2,89 dk sedang torsinya bertambah 0,61 Nm. 

                    

Cukup Main Setelan Klep Buat Upgrade Power Mesin Honda Blade



Belum puas dengan power mesin bawaan Honda Blade atau absolute Revo? Ternyata mesin standar bawaan pabrik Honda ini masih bisa dimaksimalkan. Hanya dengan sedikit ubahan, tenaga yang mampu digapai pun meningkat cukup lumayan.  Asiknya lagi, buat yang perhatian dengan garansi dealer gak perlu takut garansi motor-nya bakal hilang karena menerapkan trik ini. Lho, kok bisa?
Ya, karena trik buat upgrade power mesin Honda Blade ini cukup main setelan klep saja maka tenaga pun pasti berubah. Klep yang dimaksud disini yaitu memainkan clearance, mengkombinasikan celah klep dengan ukuran yang berbeda untuk klep masuk dan klep buang. Dari hasil uji dengan alat Dynotest, peningkatan power memang terbukti.
Yang perlu diketahui, setelan klep standar honda Blade dan absolute Revo adalah 0.10mm, baik untuk masuk maupun buang.  Sehingga perlu dirubah kombinasinya untuk klep masuk dan buang agar terjadi perubahan karakter mesin.  Tentu  dengan ubahan stelan klep ini akan berpengaruh antara lift dan durasi buka dan tutup klep melalui durasi noken as.  Otomatis isapan bahan bakar – udara oleh piston pun berbeda dan mampu merubah karakter mesin.
Data ukuran celah klep yang dijadikan kombinasi adalah 0,08mm , 0,10mm , 0,12mm , 0,15mm dan 0,17mm.  Dari data tes didapat perbedaan karakter mesin.  Tinggal pilih saja, ingin kejar top speed atau akselerasi perkotaan.  Top speed identik dengan power besar sedangkan akselerasi identik dengan torsi yang dicari.  Jadi mudah untuk menentukan celah klep yang paling pas dengan kebutuhan kita.
Data hasil dyno test –nya bisa dilihat di tabel berikut :







Kalo data test dyno diatas menunjukkan bila bahan bakar kita ganti dengan oktan yg lebih tinggi seperti pertamax.  Terlihat bahwa dari setelan standar saja dia bisa mencapai 8,3dk untuk power dan 9,6 Nm untuk torsi.  Apalagi jika setelan klep kita mainkan juga, hasilnya pasti maknyusss…
Trik mengenai upgrade power mesin Honda Blade ini sendiri pernah dimuat di Tabloid OtoPlus edisi 40/VII, 29 Maret – 4 April 2010 dengan Narasumber HKU Racing Motorspot Surabaya.